Museum Trowulan adalah museum arkeologi berada di Jawa Timur, tepatnya di kecamatan Trowulan di barat kolam segaran. Museum Trowulan ini digunakan sebagai tempat penyimpanan benda-benda atau artefak-artefak yang ditemukan di sekitaran Trowulan. Kebanyakan dari koleksi museum ini berasal dari artefak kerajaan Majapahit. Selain dari kerajaan Majapahit, di museum ini juga terdapat penemuan-penemuan artefak dari kerajaan Kahuripan, Kediri, dan Singosari. Museum ini selain berfungsi sebagai tempat penyimpanan benda-benda sejarah, juga berperan sebagai tempat studi sejarah. Sehingga kita dapat melihat hasil-hasil kebudayaan jaman kuno melalui koleksi-koleksi dalam museum ini.
Showing posts with label sejarah. Show all posts
Showing posts with label sejarah. Show all posts
Thursday, June 9, 2011
Tuesday, June 7, 2011
Pancasila Sebagai Paradigma Pembangunan Bangsa
PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA PEMBANGUNAN
Paradigma mempunyai arti seperangkat asumsi, nilai, konsep, dan praktik yang diterapkan dalam memandang realitas sebuah komunitas yang sama atau dalam sebuah kegiatan bernegara[1].
Istilah paradigma kemudian berkembang dalam pengertian sebagai kerangka pikir, kerangka bertindak, acuan, orientasi,sumber, tolak ukur, parameter, arah, serta tujuan[2]. Sesuatu yang dijadikan paradigma, berarti sesuatu itu dijadikan sebagai, kerangka, acuan, tolak ukur , arah, dan tujuan dari suatu kegiatan. Dengan demikian, paradigma menjadi sesuatu hal yang penting dalam kehidupan.
Dari pengertian diatas jika dimasukkan dalam konsep pancasila sebagai paradigma pembangunan berarti seperangkat nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila merupakan kerangka, acuan, sumber, arah serta tujuan dalam pembangunan bangsa. Pancasila juga sebagai dasar negara yang mengatur kehidupan bernegara sesuai dengan nilai-nilai yang tertuang dalam pancasila
sejarah Airlangga
A. ASAL-USUL AIRLANGGA
Nama Airlangga dapat diartikan "Air yang melompat". Ayahnya bernama Udayana, raja Kerajaan Bedahulu,Bali dari Wangsa Warmadewa. Ibunya bernama Mahendradatta, seorang putri Wangsa Isyana dari Kerajaan Medang. Waktu itu Medang menjadi kerajaan yang cukup kuat, bahkan mengadakan penaklukan sampai ke Bali, mendirikan koloni di Kalimantan Barat, serta mengadakan serangan ke Sriwijaya.
Airlangga memiliki dua orang adik, yaitu Marakata (menjadi raja Bali sepeninggal ayah mereka) dan Anak Wungsu (naik takhta sepeninggal Marakata). Dalam berbagai prasasti yang dikeluarkannya, Airlangga mengakui sebagai keturunan dari Mpu Sindok dari Wangsa Isyana dari kerajaan Medang Mataram di Jawa Tengah.
Didalam prasasti Pucangan disebutkan bahwa Mpu Sindok mempunyai anak perempuan yang cantik yang memerintah sebagai ratu dengan nama Sri Isana Tunggawijaya. Ia bersuamikan raja Sri Lokapala. Kemudian Sri Isana Tunggawijaya dan suaminya Sri Lokapala mempunyai putri yang diberinama Gunapriyadharmmapatni yang juga sering dikenal sebagai Mahendradatta. Kemudian Mahendradatta kawin dengan Udayana seorang raja dari wangsa Warmadewa. Dari perkawinan tersebut kemudian melahirkan seorang putra yang tampan yang kemudian diberi nama Erlanggadewa. Jika dilihat dari keterangan dalam prasasti tersebut, dapat diambil kesimpulan bahwa memang Airlangga memenag merupakan keturunan dari Mpu Sindok.
Subscribe to:
Posts (Atom)